dalam kala, tanpa
Hei sunyi. sudah entah kali ke berapa,bulan mengajakmu sembunyi.
Masih tegak kah bulan disana, setidaknya ada sisa.
terpelanting pada beda, yang terpikir atau terasa. Dihadap pada belati yang menusuk keduanya.
Masihkah ia dapat menahan, pada tiap perdebatan, kelemahan, kepedihan hingga kenistaan yang tak tertampak dan ditampakkan.
Ah, Jangan lagi ditambahkan.
Dia hanya mencoba menuliskan.
kamu(?) sebenarnya apa
tak ada jawab. senyap tanpa suara
Comments
Post a Comment