Percakapan Dalam jarak

"Selama beberapa hari tanpaku, ada cerita apa di harimu?"

Tanyamu membuyarkan cerebrumku yang sedang bekerja keras mengingat apa yang ingin kutanyakan kemudian dengan cepat harus mengalihkan fokus pada kalimat yang baru saja kau sampaikan. Hmm

Hening sesaat .

"Kali ini tak ada banyak. Libur semester masih tersisa. Proyek jurnalku belum dimulai. Belum ada kabar lagi dari dosen, dan ya tak ada kabar dari kamu adalah yang paling memenuhi pikiran." 

Terdengar sedikit tawanya dari ujung telefon. Entahlah hanya tersenyum atau apapun itu. Ah aku tak mau membayangkannya lebih lama. Hanya menambah rindu.

"Harusnya memang tak terlalu difikirkan . Harusnya fikirku adalah kamu akan baik baik saja. Tapi perasaan adalah hal yang sulit kukendalikan. Sangat sulit. Meski beribu kali logika menyuruhnya berhenti, malah semua makin menjadi. Harap harap ada kabar baik, lalu kala nihil menghinggapi, tak bisa ku tahan lagi buliran air yang telah terkumpul di ujung sana. Deras mengalir membasahi setiap lengkungan tanpa ada niatan menghapus genangan itu dari pemiliknya." Ucapku melanjutkan 

Dia mendengarkan, lalu

"Kita layaknya sepasang, yang telah berada dalam sebuah ikatan. Apapun yang aku rasakan, kau pun dapat merasakan. Ikatan dalam hati yang sebegitu kuatnya hingga dapat menembus ruang dan waktu." Ucapnya membuatku menerawang, mengingat ingat sesuatu

"Entahlah, hanya saja ..." ucapku terhenti 

"Kenapa?" tanyanya dari jarak ribuan kilometer sana

"Kau tahu, sejak lama aku telah merasakan hal serupa. Aku tak ingin menduga-duga. Meski adanya, memang benar terasa." jawabku sambil menahan air mata 


Kala malam, percakapan di tapal batas negara

Bersambung...


Comments

Popular posts from this blog

[WFO] Available 12 POSISI – PT MAKA

[WFO] - Academic Officer – Schoters

[WFO] - Social Media Specialist – Rocketindo